Advertisement

CONTOH PROPOSAL SKRIPSI|FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROFESIONALISME GURU SEKOLAH DASAR

I. JUDUL

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROFESIONALISME GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN PADAHERANG KABUPATEN CIAMIS

II. LATAR BELAKANG MASALAH
Peningkatan mutu pendidikan antara lain melalui peningkatan prestasi peserta didik. Dalam kontek peningkatan prestasi peserta didik ini ada empat komponen kunci yang patut disimak, yaitu kurikulum, ketenagaan, sarana / prasarana dan metodologi. Dari keempat ini yang paling menentukan adalah ketenagaan, khususnya guru. Intensitas program belajar mengajar sangat bergantung kepada peranan guru. Itulah sebabnya maka peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dipisahkan dengan peningkatanmutu profesionalisme guru.
Guru dan tenaga kependidikan lainnya adalah tenaga profesional. Oleh karena itu, mereka harus “terdidik dan terlatih secara akdemik dan professional serta mendapat pengakuan formal sebagaimana mestinya” (Depdiknas,2004:1) dan “profesi mengajar harus memiliki status profesi yang membutuhkan pengembangan” (Tilaar, 2001:142). Menyadari hal tersebut maka pihak Depdiknas melakukan program sertifikasi berupa akta mengajar bagi lulusan Ilmu kependidikan maupun non kependidikan yang akan menjadi pendidik.
Guru sebagai tenaga professional harus memenuhi beberapa criteria, yaitu: (1) Mempunyai komitmen terhadap siswa dan proses belajarnya, (2) Menguasai mata pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarnya kepada siswa, (3) Bertanggungjawab memantau hasil beajar siswa melalui berbagai cara evaluasi, dan (4)mampu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari lingkungan profesinya (Hasan, 2003:5). Jika guru dapat memenuhi beberapa kriteria tersebut, makapara guru aab menunjukan performansi yang baik.
Selain guru harus memiliki kriteria di atas, agar menjadi guru yang professional dan berkualitas “guru juga harus memiliki kualifikasi akademik minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar" (UU. RI. No. 20 Tahun 2003 pasal 42 dan PP.RI No. 19 Tahun 2005 Bab VI pasal 28). Program sertifikasi kepada guru akan "menjadi kontrol yang mendorong para penyelenggara pendidikan untuk meningkatkan profesionalismenya dan memberikan layanan maksimal kepada para stakeholders" (Lengkanawati, 2006: 10). Sertifikasi dalam sistem pendidikan guru ialah "keseluruhan proses pendidikan guru yang mencakup program D2, SI, dan pendidikan profesi" (Gaffar, 2005:6) dan "program sertifikasi merupakan implikasi dari Undang-undang Guru dan Dosen" (UU.RI. No. 14 Tahun 2005).
"Guru yang profesional harus selalu kreatif dan produktif dalam melakukan inovasi pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan" (Danumihardja, 2001:39). Namun, "untuk menyiapkan guru yang inovatif merupakan kendala yang sangat sulit, jika dikaitkan dengan sistem kesejahteraan bagi tenaga guru di Indonesia yang jauh dari memadai " (Surya, 2005:5).
Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, maka yang menjadi permasalahan ialah profesionalisme dan kinerja guru Sekolah Dasar di Kecamatan Padaherang belum maksimal sesuai dengan harapan peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat dan pemerintah. Oleh karena itu, dipandang perlu mengadakan penelitian tentang: “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Profesionalisme Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Padaherang Kabupaten Ciamis”.
Identifikasi Masalah
· Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja dan profesionalisme guru dilihat dari latar belakang sosial ekonomi.
· Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja dan profesionalisme guru dilihat dari proses atau cara mengajar
· Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja dan profesionalisme guru dilihat dari hasil pembelajaran
Analisis Masalah
- Kurangnya kepedulian seorang guru terhadap keberhasilan belajar
- Belum optimalnya strategi dan cara penyamampaian pembelajaran
Alternatif dan Solusi
- Guru harus bisa menunjukan bahwa dia mampu unuk menjadi tenaga pendidik yang berkualitas.
- Meningkatkan kepedulian guru terhadap kepentingan pendidikan.

III. RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah “faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja dan profesionalisme guru”. Rumusan masalah tersebut akan lebih diperinci dengan pertanyaan penelitian sebagai berikut:
· Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja dan profesionalisme guru dilihat dari latar belakang sosial ekonomi?
· Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja dan profesionalisme guru dilihat dari proses atau cara mengajar?
· Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja dan profesionalisme guru dilihat dari hasil pembelajaran?


IV. METODE PENELITIAN

Penelitian ini menngunakan metode dan desain penelitian deskriftif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian ini ialah semua guru Sekolah Dasar yang ada di kecamatan Padaherang. Sedangkan sampel penelitian ini adalah semua guru yang ada di wilayah barat, timur, selatan, dan utara kecamatan Padaherang. Sampel ditarik dengan teknik area random sampling yaitu penentuan sampel berdasarkan wilayah dengan teknik acak melalui undian. Hasil undian menunjukan bahwa Sekolah Dasar yang menjadi sampel di wilayah utara Padaherang yaitu SDN 1 Sukanagara, sebelah timur Padaherang yaitu SDN 2 Ciganjeng, sebelah selatan padaherang yaitu SDN Panyutran I dan sebelah barat padaherang adalah SDN 1 Karangmulya.
Teknik dan alat pengumpul data yaitu dengan teknik angket. Angket ini dikontruksi sesuai spesifikasi yang telah disusun yang berbasis pada definisi operasional.

V. TUJUAN DAN MANFAAT

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti-bukti tentang faktor yang mempengaruhi kinerja dan profesonalisme guru.
Manfaat yang dapat diambil dalam penelitian ini yaitu dapat memotivasi guru untuk meningkatkan kinerja dan profesonalisme guru


VI. KAJIAN PUSTAKA

Kinerja Guru
Profesionalisme Pendidik
Kualitas pengajaran

VII. ASUMSI DASAR DAN HIPOTESIS PENELITIAN

Harapan peserta didik akan tercapai apabila kinerja dari pendidik tersebut berkualitas. Oleh karena itu salah satu cara agar apa yang diharapkan oleh peserta didik, orng tua peserta didik, masyarakat dan pemerintah, maka sebagai seorang pendidik harus bias berusaha untuk menacapai kinerja yang maksimal dan optimal.

VIII DEFINISI OPERASIONAL

a. Kinerja guru
Kinerja guru tidak hanya ditunjukkan berupa hasil kerja, akan tetapi termasuk perilaku kerja. Murphy dan Cleveland (1991:92) menyatakan bahwa: "Job Performance should be defined in term of behavior or in term of the results of behavior". Namun, Stoner dan Wankel, 1993:159) menyatakan bahwa "kinerja ialah hasil kerja secara nyata yang ditunjukkan oleh individu". Lembaga Administrasi Negara (1993:3) menyebut performansi sebagai kinerja yaitu "gambaran tentang tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan dalam mewujudkan sasaran", Harley (Siagian, 1996:14) menyebut kinerja "sebagai upaya yang dilakukan dalam menyelesaikan pekerjaan untuk menghasilkan keluaran dalam periode tertentu", dan Fattah (2004:19) mengartikan performansi sebagai "ungkapan kemampuan yang didasari oleh pengetahuan, sikap, keterampilan, dan motivasi dalam menghasilkan sesuatu".

b. Profesional guru
Profesional guru merupakan sifat dari sikap dan tindakan yang senantiasa harus ditingkatkan dan dikembangkan, sehingga seorang guru harus memiliki profil yang kompeten (Peterson, 1964) antara lain:

1. Memiliki intelegensi atau intelektual yang tinggi dan latar pendidikan akademik yang baik.
2. Memiliki kesehatan mental dan fisik.
3. Menaruh minat dan mencari kepuasan dari bekerja dengan anak didik.
4. Memiliki kepribadian yang menyenangkan.
5. Menerima diri sendiri dan orang lain.
6. Rasa pelibatan diri yang dalam pekerjaan mengajar dan mendidik.
7. Kepemimpinan yang positif dan kemampuan mengorganisasi.

IX. JADWAL KEGIATAN

Penelitian ini direncanakan dilaksanakan selama 6 bulan dengan rincian rencana kegiatan secara umum sebagai berikut.
· Bulan I : Persiapan (pengajuan judul, konsultasi judul dengan dosen pembimbing)
· Bulan II dan III : Pelaksanaan (pembuatan instrument dan pengambilan data di lapangan)
· Bulan IV : Analisis data
· Bulan V dan VI : Laporan Hasil Penelitian (penulisan skripsi dan penyelesaian skripsi)

X. DAFTAR PUSTAKA
B, Nurhayati. (2006). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Profesionalisme dan Kinerja Guru Biologi di SMAN Kota Makassa Sulawei Selatan. Mimbar Pendidikan. 4, (27). 64-69
Wirawan, R.E. Kundrat, dkk. (1999). Peningkatan Kemampuan Profesional Guru dalam Upaya Meningkatkan Prestasi Peserta Didik. Disdakmen Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat.
Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: Universitas pendidikan Indonesia 2007