Advertisement

Contoh Peribahasa Terlengkap

Contoh Peribahasa - Pada Artikel sebelumnya telah di bahas mengenai Kumpulan Motto dan kali ini admin akan membahas mengenai Contoh Peribahasa. Nah, Peribahasa adalah ungkapan atau kalimat-kalimat ringkas, padat yang berisi perbandingan perumpamaan, nasehat, prinsip hidup dan aturan tingkah laku. Definisi yang menyatakan bahwa peribahasa adalah ayat atau kelompok kata yang mempunyai susunan yang tetap dan mengandung pengertian tertentu, bidal, dan pepatah. Biasanya peribahasa mempunyai arti khusus atau kias. Adapun makna tersirat yang terdapat dalam sebuah peribahasa yaitu berkaitan dengan sikap dan perlakuan manusia yang digambarkan dengan pelbagai situasi yang dengan sikap dan perlakuan manusia yang digambarkan dengan pelbagai situasi yang berkaitan dengan alam sekeliling seperti benda, hewan dan tumbuh-tumbuhan dengan tujuan untuk pengajaran atau teguran dengan cara yang sopan dan halus. 



 Kumpulan Peribahasa
Lancar kadi karena diulang, pasah alan karena diurut
segala sesuatu harus diulang supaya lancar
Pandai berminyak air
Orang yang pandai memanfaatkan barang yang tak berguna, tetapi hasilnya sesuatu yang berharga
Air dicincang tiada putus
Dalam sebah keluarga tidak akan tercerai berai karena hanya perselisihan saja
Menepuk air di dulang terpercik muka sendiri
Orang yang membeberkan rahasia keluarganya, akan mendapat malu sendiri
Air Susu di balas air tuba
Kebaikan dibalas dengan kejahatan
Sambil menyelam minum air
Orang yang mengerjakan pekerjaan sambil mengerjakan pekerjaan lainnya
Jika tak ada akar rotan pun jadi
kalau tak ada yang lebih baik, yang kurang baik pun akan berguna
Sebelum ajal berpantang mati
Kiya tidak boleh mudah menyerah atau putus asa
Guru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi
Kita belajar hendaklah dengan sungguh-sungguh, jangan setengah-setengah
Kalau pandai mencincang akar, mati lalu kepucuknya
Jika pemimpinnya sudah kalah, maka anakbuahnya akan menyerah pula
Alu patah lesung hilang
Mendertita kemalangan secara terus menerus
Belum beranak sudah berbesan
Belum berhasil sudah mengharapkan yang bukan-bukan
Alah bisa karena bisa
Orang yang sudah hancur melakukan pekerjaan, karena sudah biasa mengerjakannya
Belum beranak sudah ditimang
menganggap sudah menguasai sesuatu, tapi persyaratannya belum mencukupi
Anak dipangku di lepaskan, beruk di rimba di susukan
Menyelesaikan urusan orang lain, tapi urusan sendiri diabaikan
Anak baik menantu molek
mendapat keuntungan yang berlipat ganda
Kasihan anak tanga-tangankan, kasihan bini tinggal-tinggalkan
Kalau kita sayang pada anak/istri, hendaklah kita mau memarahinya demi memberi pelajaran baik.
Kecil-kecil anak, kalau sudah besar menjadi onal
Waktu masih kecil selalu menyenangkan, tetapi bila sudah besar biasanya selalu menyusahkan
Angan-angan menerawang langit
Mengharapkan sesuatu yang tak mungkin terjadi
Kemana angin deras bertiup, kesana pula condongnya
Orang yang tidak mempunyai pendirian tetap
Angin berputar, ombak bersambung
Hal ulang sulit diselesaikan karena banyak sangkut pautnya
Kalau tidak angin bertiup, takkan pohon bergoyang
Sesuatu kejadian pasti ada sebab-sebabnya
Angan-angan mengikat tubuh
Memikirkan yang bukan-bukan, akhirnya mendapat susah sendiri
Anjing menyalak tiada menggigit
Omong besar tapi penakut
Seperti anjing dengan kucing
Selalu bertengkar/bermusuhan
Anjing itu sekalipun dipukul, berulang kali pula ia kembali ke tempat yang banyak tulang
Orang yang jahat itu akan mengulang kejahatannya, msekipun sering dihukum
Seperti api dalam sekam
Kejahatan yang tidak kelihatan, karena disembunyikan
Jauh panggang dari api
jawaban yang tidak sesuai dengan pertanyaan
Kalau tak ada api, masak ada asap
Bila tak sebab tentulan tidak ada akibat
Membasuh arang di muka
menghilangkan malu
Bagai guna alu, sesudah menumbuk dicampakan
Sesuatu yang sudah tak berguna lagi, biasanya dicampakan begitu saja
Arang habis besi binasa,pekerja penat saja
Suatu usaha yang tak memberikan hasil, hanya menimbulkan kerugian saja
Asam digunung, ikan dilaut bertemu dalam belanga
Omong besar tapi penakut
Menggantang asap, mengukir langit
pekerjaan yang sia-sia belaka
Awak sakit daging menimbun
Seseorang yang mengatakan kekurangan, padahal benyak hartanya
Awak rendah sangkutan tinggi
Seseorang yang berpenghasilan rendah, namun mempunyai tanggungan yang besar
Awak yang tak pandai menari, dikatakan lantai terjungkit
Unuk menutupi kebohongannya maka dicari kesalahan pada orang lain
Ayam bertelur di lumbung padi mati kelaparan
Orang yang tak memanfaatkan kekayaannya
Seperti anak ayam kehilangan induk
Menderita kesusuahan karena kehilangan pemimpin
Seciap bagai ayam, sedencing bagai besi
Seiya sekata, senasib sepenanggungan
Menerka ayam dalam telur
Menentukan sesuatu yang mustahil terjadi
Bayang-bayang sepanjang badan
Pengeluaran harus disesuaikan dengan penghasilan
Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang jua
Perbuatan baik itu takkan terlupakan selamanya
Bahasa menunjukan bangsa
Tabiat dan tutur kata seseorang menunjukan asal usulnya
Tangan mencencang behu memikul
Orang yang mempunyai tanggungan berat
Bekerja bahu membahu
bekerjagotong-royong untuk mencapai hasil
Mencabik baju di dada
mengukur derajat orang lain dengan diri sendiri
Tersembunyi di balik kata
mempunyai maksud lain daripada apa yang dikatakan
Balik belakang lain bicara
Orang yang mengingkari janji
Bangau-bangau minta aku leher, badak-badak minta aku daging
Orang yang selalu iri terhadap orang lain
Bagai terpijak bara hangat
Orang yang gelisah karena ditimpa kemalangan
Jangan dipegang seperti bara, terasa hangat dilepaskan
Karena dirasa pekerjaan itu berat, terasa susah lalu dilepaskan
Berjalan sampai ke batar, berlayar sampai ke pulau
Kita harus berusaha sungguh-sungguh untuk mencapai sesuatu yang kita inginkin
Lempar batu sembunyi tangan
Perbuatan yang licik dan penghianat
Bayang-bayang disangka tubuh
Mengharapkan sesuatu yang belum pasti
Bayang-bayang sepanjang badan, selimut sepanjang tubuh
Bila kita berbuat sesuatu hendaklah kita sesuaikan dengan kemampuan kita
Menegakan benang basah
Mengerjakan sesuatu yang tidak mungkin berhasil
Sehari selembar benang, lama-lama menjadi selembar kain
Pekerjaan yang dkerjakan dengan konsisten walaupun lambat, lama-lama akan berhasil
Putus benang dapat disambung, putus arang susah sekali
perselisihan dengan keluarga sendiri mudah diperbaiki, tetapi persengketaan dengan orang lain sukar untuk diselsaikan
Berani karen abenar, takut karena salah
Orang yang bersalah selalu dalam ketakutan
Berani menjual berani membeli
Tidak saja hanya menyuruh, tetpi harus mau mengerjakan sendiri
Seberat-berat mata memandang, berat juga bahu memikul
Seberat-berat orang yang hanya melihatnya, berat juga orang yang mengerjakannya
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
Sama-sama menderita dan sama-sama bahagia
Berudu besar di kubangan, buaya besar dilautan
Kekuasaan seseorang itu berlaku di tempat masing-masing
Biduk satu nahkoda dua
Dalam satu pekerjaan bila ada dua pemimpin, pasti pekerjaan itu kanna beres
Teratung-katung macam biduk patah kemudi
terlunta-lunta tidak ada orang yang menolong
Buah manis berulat di dalamnya
Kata-kata yang manis tetapi jahat hatinya
Sebab buah dikenal pohonnya
Watak seseorang dapat dketahui karena perbuatannya
Ilmu yang tak diamalkan, ibarat pohon tak berbuah
Ilmu yang tak diajarkan tiada manfaatnya
Dilaut jadi buaya, didarat jadi harimau
Dimana-mana ia jadi orang yang berbahaya
Lepas dari mulut buaya masuk ke mulut harimau
Lepas dari bahaya satu masuk ke bahaya yang lainnya
Kalau pandai meneliti buih selamat badan di seberang
Bila kita hati-hati dalam melaksanakan pekerjaan, pasti kita akan berhasil dan selamat
Ke buukit sama mendaki, ke lurah sama menurun
Sama-sama senang, sama-sama susah
Berdikit-dikit lama-lama jadi bukit
Kekayaan yang dikumpulkan dari sedikit, lama-lama jadi banyak
Bagai bulan dipagar bintang
Seseorang putri cantik didampingin teman-teman yang cantik pula
Si cebol rindukan bulan
Sesuatu pekerjaan yang mustahil
Bulat ait karena pembuluh, bulat kata karena mufakat
Pekerjaan yang mudah dikerjakan, karena dikerjakan dengan cara mufakat
Bumi dipijak, langit dijunjung
nasehat orang tua harus kita taati sungguh-sungguh
Ibarat burung, mata terlepas badan terkurung
perihal anak pingitan
Sekali merengkuh dayung, dua, tiga pulau terlampaui
Menyelsaikan dua, tiga pekerjaan salam satu waktu sekaligus
Bagai durian dengan mentimun
Orang kecil melawan orang besar, pastilah akan kalah
Utang emas boleh dibayar, utang budi dibawa mati
Budi baik akan dikenang selamanya
Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai
Cita-cita tinggi tetapi tak mampu untuk menggapainya (tapi jangan menyerah dalam mengejar mimipi, karena tidak ada hal yang tidak mungkin didunia ini asalkan keinginan kita kuat untuk menggapainya, dan syakin serta percaya)
Seperti emas baru disepuh
Perempuan yang cantik sekali
Baru dapat gading betuah, terbuang tanduk kerbau mati
Tidak memperdulikan yang lama, karena mendapat yang baru dan lebih baik
Gajah mati karena gadingnya
Binasa karena kekuasaannya sendiri
Gajah berjuang sama gajah, pelanduk mati di tengah-tengah
Kalau orang besar berselisih, rakyat kecil yang menjadi korbannya
Lain gatal lain digaruk
Lain yang diminta lain pula yang diberi
Gayung tersambut kata terjawab
Tiap pertanyaan pastilah ada jawabannya
Bagaimana bunyi gendang, begitulah tarinya
Mengerjakan sesuatu haruslah menurut aturannya
Jikalau pandai menggulai, badar jadi tengiri
Orang yang bijaksana dalam segala hal
Tak lari gunung dikejar, hilang kabat tampaklah dia
Janganlah tergesa-gesa dalam mengerjakan pekerjaan asalkan hasilnya memuaskan
Rambut sama hitam, hati orang masing-masing
Tiap-tiap orang berlainan pendapatannya.
Lebih baik mati berkalang tanah, daripada hidup bercermin bangkai
Daripada hidup menanggung malu lebih baik
Hidup segan mati tak mau
Orang yang sudah lama menderita kesusahan/sakit
Seperti harimau menyembunyikan kaku
Orang pandai yang menyembunyikan kepandaian dan pura-pura bodoh
Bagai menanti hujan di musim kemarau
Mengharap sesuatu yang mustahil terjadi
Tak lapuk karen ahujan, tak lekang karena panas
Tetap pada pendiriannya
Ikut hati mati, ikut rasa binaasa, ikut mata buta
Jangan menurutkan hawa nafsu, bisa celaka
Sekian Beberapa Contoh Peribahasa yang dapat admin sampaikan. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan sobat semua. Terimakasih..!!!